Senin, 14 November 2011

Parkir/Pemalak ?

Hari Kamis, 10 November 2011, sekitar pukul 19:30an WIB, saya mengambil motor saya yang diparkir di dekat pintu gerbang Benteng Kuto Besak. Sebagai wajib retribusi yang baik, saya menyerahkan uang Rp. 1.000,- sebagai retribusi parkir kepada seorang petugas parkir yang mengenakan seragam berwarna oranye."Duo ribu kak" minta petugas itu, "Mana karcisnya?" pinta saya. Dibalas dengan jawaban "kan lagi ado event jugo (Palembang Expo)". Saya langsung berlalu saja tanpa diberikan karcis sebagai bukti bahwa saya ikut menyukseskan pembangunan daerah. Laju saya terhenti di depan Restoran Musi River karena rombongan obor SEA Games hendak singgah di Plaza Benteng Kuto Besak. Di sekitarnya terdapat juga petugas parkir liar yang mengenakan baju bertuliskan LAPD. Padahal malam itu banyak sekali petugas TNI, Polisi, Pol PP dan Dishub bertugas di sana. Bisa-bisanya ikon kota Palembang dikelola oleh petugas liar (tidak resmi). Bagaimana kita mau jadi kota internasional kalau semuanya tidak mengerti apa pentingnya retribusi itu bagi pembangunan kota kita (yang katanya sangat kita cintai)?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar