Rabu, 09 November 2011

10 Negara Tersulit Berbisnis (Bank Dunia 2010)


Bank Dunia telah melakukan studi tentang "Kemudahan Melakukan Bisnis". Indikator yang digunakan adalah kemudahaan memulai usaha, perizinan, perpajakan, dan hukum perlindungan investor. Dari 183 negara yang disurvei oleh Bank Dunia, diklasifikasikan 10 negara tersulit untuk berbisnis di dunia, mereka adalah :

Argentina
Negara juara 2x Piala Dunia ini adalah negara yang sulit dalam memberikan perizinan. Dibutuhkan waktu sampai 1 tahun untuk mendapatkan izin usaha di Argetina. Rata-rata negara Amerika Latin membutuhkan waktu 6-7 bulan untuk menerbitkan perizinan. Preseden buruk kegagalan pembayaran pemerintah terhadap surat utang pada tahun 2002 menjadi faktor psikologis tersendiri untuk investor menanamkan modal di negara Tango ini

Rusia
Negara yang dulunya merupakan adikuasa bersama Amerika Serikat ini mengalami hal krusial dalam hal perlistrikan. Dibutuhkan waktu lebih dari 9 bulan untuk mendapatkan sambungan listrik di negara Vladimir Putin ini atau lebih dari 2x waktu yang dibutuhkan dari rata-rata negara Eropa lainnya dalam mendapatkan sambungan listrik. 

Venezuela
Ketatnya perdagangan ekspor impor, susahnya mendapatkan kredit dan rumitnya sistem pembayaran pajak di negara Hugo Chavez ini menjadi faktor utama susahnya berbisnis di sini. Dibutuhkan waktu lebih dari 864 jam untuk melakukan pembayaran pajak di negara ini. Selain itu negara ini memiliki tingkat inflasi yang atau mencapai 26% per tahun menjadi faktor penghambat lainnya. 

Brazil
Negara penyelenggara Piala Dunia 2014 ini mengalami masalah dalam bidang perpajakan. Dibutuhkan waktu sekitar 2600 jam setahun untuk mengisi form pajak di negara dengan kekuatan ekonom ke-8 di dunia. Total pajak yang dibayar pun bisa mencapai 67 persen pertahun dan sangat memberatkan para investor untuk berusaha di negara Samba ini. Selain itu perizinan di negara ini harus melalui 17 prosedur yang memakan waktu sekitar 270 hari.

Ukraina
Negara yang baru merdeka tahun 1991, mengenakan total pajak 57% dari keuntungan perusahaan yang bernvestasi di sana. Selain tarif yang besar, diperlukan waktu sekitar 27 hari hanya untuk melakukan pembayaran pajak. Selain itu akses listrik yang tidak merata dan sulitnya mendapatkan izin konstruksi menjadi faktor berikutnya yang menghambat berbisnis di negara pecahan  Uni Soviet ini.

Indonesia
Banyak masalah yang menghambat bisnis di negara ini. Tidak tersedianya listrik bagi sekitar 15 juta rumah tangga, sulitnya mendapatkan sambungan listrik, dan yang paling menjadi isu seluruh dunia tentang Indonesia adalah buruknya infrastruktur. Jalan yang rusak, dermaga yang terbatas dan tidak meratanya bandara menjadi titik penting sulitnya berinvestasi di negara bekas jajahan Belanda dan Jepang ini.

Nigeria
Negara penghasil minyak terbesar di Afrika ini menghadapi masalah sosial cukup parah. Ketidakstabilan suhu politik dan kerusuhan etnis dan agama menyebabkan banyak perusahaan berpikir berkali-kali untuk berbisnis di negara ini. Selain itu tingginya aksi kejahatan juga cukup berperan mematikan investasi di negara ini.

India
Negara ekonomi terbesar ke-4 di dunia ini membutuhkan waktu lebih dari 7 bulan untuk menerbitkan 1 izin. Negara asal buku Kama Sutra ini, juga hijau akan praktek korupsi dan peradilan yang  memakan waktu lebih dari 4 tahun untuk memutuskan perkara bisnis

Filipina
Negara kepulauan di Laut Cina Selatan ini menghadapi masalah ketidakstabilan hukum, dan birokrasi yang menghambat pebisnis berinvestasi di negara yang sekarang dipimpin oleh Beniqno Aquino

Aljazair
Negara pemasok gas alam terbesar ke Eropa ini bermasalah dengan sistem perpajakan, pendaftaran properti dan sambungan listrik. Penghambat lainnya adalah anggaran belanja negara yang tidak mengukur kepatutan belanja upah pegawai publik dan subsidi pangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar